Perlukah Revisi Besaran Nominal UMR untuk Meningkatkan Semangat Kerja dan Kesejahteraan Hidup Pegawai dan Keluarganya_IKHWAN HANIF FIRDAUS_170110200067
Perlukah Revisi Besaran Nominal UMR untuk Meningkatkan
Semangat Kerja dan Kesejahteraan Hidup Pegawai dan Keluarganya?
Menurut teori organisasi klasik yang
dikemukakan oleh Frederick W. Taylor yang menyebutkan bahwa salah satu cara
menaikan semangat kerja para pegawai adalah dengan menaikkan insentif yang
diberikan dan cara ini terbukti efektif untuk menaikkan semangat kerja
pegawai,walaupun masih terdapat beberapa kekurangan yang ditemukan setelahnya.
Dengan demikian,dapat di pastikan
berdasarkan teori organisasi klasik bahwa dengan menaikkan nominal UMR maka
akan berdampak pada semangat kerja dan kesejahteraan hidup pegawai dan
keluarganya,meskipun memang dengan nominal UMR dapat menaikkan semangat kerja
pegawai,tetapi masih banya faktor-faktor yang dapat diperhatikan jika ingin
menaikkan semangat kerja pegawai.
Dalam menaikkan nominal UMR memerlukan
banyak sekali kajian-kajian yang harus dilakukan karena dalam menentukan nominal
UMR memiliki standardisasi minimum yang harus dipenuhi agar sesuai dengan
kebutuhan minimum para pegawai dan disisi lain nominal UMR juga berdampak
langsung terhadap keuangan perusahaan yang terikat UMR di regional
tersebut,jika nominal UMR terlalu tinggi maka akan berdampak memberatkan
keuangan perusahaan,tetapi jika nominal UMR terlalu kecil maka akan berdampak
langsung ke semangat kerja pegawai serta kesejahteraannya.
Oleh karena itu,dapat disimpulkan dengan
menaikkan nominal UMR dapat menjadi salah satu cara menaikkan semangat kerja
dan kesejahteraan pegawai,tetapi untuk menaikkan nominal UMR tersebut
memerlukan kalkulasi yang kompleks karena dapat memengaruhi kondisi keuangan
perusahaan dan investasi keuangan daerah terkait karena jika UMR terlalu tinggi
juga dapat menyebabkan perusahaan yang ingin berinvestasi di wilayah tersebut
menjadu berpikir berulang kali karena biaya SDM yang tinggi.
Komentar
Posting Komentar