PERLUKAH ADANYA REVISI NOMINAL UMR

 

Nama                           : Helena Pelly Rifayani

NPM                           : 170110200059

Topik                           : Apakah untuk meningkatkan semangat kerja dan kesejahteraan hidup pegawai dan keluarganya, perlukah ada revisi besaran nominal UMR?

 

UMR adalah singkatan dari Upah Minimum Regional yang merupakan suatu standar minimum yang digunakan oleh para pengusaha atau pelaku industri untuk memberikan upah kepada pekerja, pegawai ataupun buruh di dalam lingkungan usaha atau kerjanya. Kemudian UMR sudah diatur juga melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.07/Men/2013 tentang Upah Minimum.

Opini saya mengenai adanya revisi besaran nominal UMR guna meningkatkan semangat kerja dan kesejahteraan hidup pewagai dan keluarganya sangat diperlukan. Mengapa? Pemberian upah dari suatu pemberi kerja kepada tenaga kerja pada dasarnya harus memperhatikan tiga aspek, yaitu aspek teknis, ekonomis, dan hukum. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan satu sama lain dan dalam pelaksanaan pemberian upah salah satu aspek tidak dapat dihilangkan.

Menurut saya, angka yang keluar menjadi besaran UMR merupakan angka yang sudah dipertimbangkan oleh pihak pemerintah. Pemerintah juga memerhatikan upah yang sesuai dengan keadaan biaya hidup di suatu wilayah tersebut. Seiring dengan bertambahnya pendapatan pekerja, maka tingkat konsumsi pekerja juga meningkat. Tingkat konsumsi yang meningkat mendorong munculnya jenis-jenis usaha baru yang berpotensi menambah lapangan pekerjaan baru.

Penetapan upah minimum juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja dan produktivitas perusahaan, sehingga akhirnya meningkatkan produktivitas secara nasional. Namun, gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari memang tidak menutupi bahwa upah senilai UMR belum bisa memenuhi semua kebutuhan sehari-hari, mungkin hanya tercukupi kebutuhan primer saja, sedangkan kebutuhan sekunder dan tersier itu adalah di luar perhitungan pemerintah dalam menetapkan UMR. Penerapan UMR dilakukan dengan memperhatikan timbal balik antara tenaga kerja, perusahaan, serta dampaknya terhadap perekonomian.

Karena jika tak ada timbal balik antara tenaga/semangat kerja nya terhadap perusahaan tidak seimbang, maka kenaikan UMR sangat terasa dampaknya bagi perusahaan, karena kenaikan upah menyebabkan biaya faktor produksi juga naik, sehingga perusahaan harus menaikkan harga barang untuk meraih keuntunggan. Namun masalahnya adalah kenaikan biaya faktor produksi belum tentu diimbangi dengan meningkatnya profit perusahaan juga. Membayar upah tenaga kerja dengan jumlah yang lebih tinggi akan merugikan perusahaan dan memaksa perusahaan untuk melakukan pengurangan tenaga kerja demi menjaga efisiensi biaya.

Untuk itu perlunya memperhatikan kesejahteraan pekerja baik berupa materil maupun inmaterial, hal ini akan meningkatkan semangat kerja karyawan. Semangat kerja terjadi pada saat karyawan berusaha memenuhi kebutuhannya yang belum terpenuhi, karyawan kemudian berusaha mencari jalan keluar untuk memenuhinya. Pemimpin berusaha mendorong terwujudnya tujuan perusahaan dan memberikan imbalan yang sesuai kepada karyawan. Sesuatu yang diharapkan karyawan bukan hanya sekedar upah atau gaji, tetapi juga hal –hal lain yang dapat memberikan jaminan kepada karyawan tersebut tentang kesinambungan pekerjaan dan kariernya. Apabila imbalan yang diterima karyawan dapat memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraannya maka karyawan menjadi termotivasi untuk lebih semangat dalam bekerja.

 

https://www.wartabromo.com/2020/01/20/pemerintah-dan-pengaruh-kebijakan-upah-minimum-regional-umr/

Komentar

Postingan Populer