Opini Mengenai Perlukah ada Revisi Besaran Nominal UMR
Oleh : Tasya Salsabilah (170110200010)
Setiap daerah memiliki standar gaji minimal yang harus dibayarkan,
istilah ini disebut juga dengan Upah Minimum Regional atau UMR. Standar gaji ini digunakan oleh para
pengusaha untuk menentukan jumlah gaji yang diberikan kepada karyawannya.
Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 7 Tahun 2013,
rekomendasi upah minimum harus didasari oleh Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dengan
memperhatikan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. KHL sendiri merupakan
standar kebutuhan seorang pekerja untuk bisa hidup dengan layak secara fisik
selama 1 bulan. Angka KHL ini akan berbeda di setiap wilayahnya karena
ditentukan melalui survei , hal ini juga yang menjadi faktor mengapa UMR dapat
berbeda-beda di setiap provinsi.
Mengenai kewajiban menaikkan upah, ada ketentuan yang harus dipatuhi
pengusaha, yaitu terkait upah minimum. Apabila pemerintah daerah menaikkan Upah
Minimum Regional (UMR), pengusaha wajib menyesuaikan upah terendah agar
nominalnya tidak di bawah angka yang ditetapkan pemerintah. Sedangkan soal
tuntutan kenaikan upah karyawan, tidak ada aturan yang mewajibkan perusahaan
untuk memenuhinya.
Menurut saya revisi
kenaikan nominal UMR perlu untuk diadakan, karena dengan begini para
pekerja/pegawai akan termotivasi dan menjadi lebih produktif. Motivasi ini
dapat mendorong para pekerja untuk berpikir kreatif dan inovatif yang nantinya
juga akan membawakan pengaruh positif terhadap perusahaan. sehingga baik
perusahaan maupun pegawai sama-sama mendapatkan keuntungan. Namun sebelum
adanya pelaksaan kenaikan nominal UMR, Dinas Keternaga kerjaan di daerah
tersebut harus melakukan pengulasan ulang terlebih dahulu kesetiap perusahaan. Dinas
Ketenaga Kerjaan juga harus menerapkan disiplin kerja pada para pekerja, serta menjamin
situasi dan iklim yang kondusif di lingkungan pekerjaan, dengan begini kinerja karyawan
dapat meningkat. Setelah dilakukannya pengulasan ulang terhadap para pekerja di
daerah tersebut, kemudian nominal UMR untuk daerah tersebut baru dapat
ditingkatkan. Dengan begitu, dari pihak pekerja maupun perusahaan tidak ada
yang merasa dirugikan, karena karyawan yang bekerja melakukan pekerjaannya secara
maksimal. Sehingga produktivitas pada perusahaan tersebut juga akan meningkat,
yang nantinya tidak akan mengurangi profit dari perusahaan-perusahaan tersebut.
Dengan melakukan peningkatan UMR ini juga akan memberikan dampak pada
peningkatan daya beli masyarakat. Meningkatnya penghasilan masyarakat secara
tidak langsung akan membuat konsumsi domestik meningkat. Tentu saja hal ini memberikan
dampak positif untuk perekonomian daerah dan nasional. Tak hanya itu,
peningkatan daya beli juga dapat mendorong munculnya usaha-usaha baru dalam
lingkup masyarakat.
Hal-hal tersebut merupakan bukti bahwa adanya
peningkatan nominal UMR dapat meningkatkan semangat para pekerja. Kenaikan ini
nantinya tidak hanya dirasakan oleh para pekerja saja tetapi juga oleh keluarga
mereka yang dapat mereka nafkahi dengan layak. Hal tersebutlah yang memicu
semangat bagi para pekerja, sehingga mereka dapat memberikan hasil yang
maksimal kepada perusahaan. Memang sudah seharusnya pemerintah atau perusahaan
mementingkan kesejahteraan para pekerjanya, karena jika mereka merasa tertekan
dalam menjalankan suatu pekerjaan atau hasil yang mereka dapat tidak sebanding
dengan apa yang mereka kerjakan, lama kelamaan mereka akan merasa tertekan
melakukan pekerjaan tersebut. Jika sudah seperti ini hasil yang dicapai juga
tidak akan maksimal dan nantinya malah akan merugikan perusahaan itu sendiri.
Komentar
Posting Komentar