HARUSKAH REVISI BESARAN UMR?
Nama : Riantiarni Rahmawati Ningrum
NPM : 170110200015
Pertama-tama
marilah kita mengenal dahulu apa itu UMR. Menurut pendapat saya, UMR adalah
standar yang digunakan pengusaha untuk memberikan upah kepada karyawan di
lingkungan bisnis atau pekerjaannya. Peningkatan nominal UMR tidak seluruhnya
berdampak baik untuk sebuah karyawan. Kenaikan nominal UMR ini akan berdampak
besar terutama kepada perekonomian dan kehidupan masyarakat.
Setiap kebijakan memiliki pro dan kontra. Tidak terkecuali kenaikan upah minimum yang niscaya berdampak negatif bagi pengusaha dan pekerja. Pertimbangan berbagai risiko tersebut hendaknya tidak menarik perhatian pemerintah, pengusaha dan investor, serta masyarakat. Menurut pendapat saya, ada beberapa kerugian dari kenaikan upah minimum. Diantaranya :
- Meningkatnya
pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawan
Menurut saya, pengusaha dengan margin keuntungan dan anggaran upah yang relatif rendah akan secara langsung mengalami dampak negatif karena kenaikan substansial dalam upah minimum. Mereka tidak lagi dapat mempekerjakan jumlah karyawan yang sama dengan tingkat upah yang lebih tinggi. Alasannya, hal ini akan meningkatkan biaya produksi yang akan berdampak pada biaya. Oleh karena itu, hal ini akan memaksa beberapa perusahaan melakukan PHK agar dapat terus menghasilkan keuntungan dan tetap sesuai dengan anggaran yang telah disesuaikan. Bahkan upah minimum yang lebih tinggi bukan berarti beberapa karyawan akan lebih produktif.
- Meningkatnya
harga barang di pasaran
Dengan
kenaikan upah minimum, secara umum harga berbagai komoditas juga akan
meningkat. Tidak bisa dipungkiri, pengusaha akan mulai menyesuaikan harga
produk atau jasa yang dijual, seperti biaya produksi dan transportasi,
berdasarkan kondisi yang ada pada saat ini. Hal ini secara langsung memengaruhi
perilaku konsumen dengan cara yang negatif dan mungkin berdampak langsung pada
perekonomian, yang mengakibatkan biaya hidup yang sedikit lebih tinggi.
Sebaliknya, akan ada kebutuhan lain untuk menaikkan upah minimum sebagai
kelanjutan dari siklus tersebut.
- Membatasi
penerimaan karyawan baru
Sebuah
studi baru-baru ini yang dilakukan oleh Federal Reserve Bank of Chicago
menunjukkan bahwa "Kenaikan 10% dalam upah minimum akan mengurangi
karyawan berketerampilan rendah sebesar 2% hingga 4%, dan total pekerjaan
restoran akan menurun 1% hingga 3%." Perusahaan yang perlu mengkompensasi
kenaikan gaji karyawan mungkin tidak dapat mempekerjakan karyawan baru sebanyak
mungkin. Pasalnya, dana tersebut akan dikembalikan ke karyawan yang ada. Dampak
buruk lain yang mungkin dihadapi beberapa perusahaan adalah pekerjaan
outsourcing ke negara lain di mana karyawan bersedia bekerja dengan upah lebih
rendah. Ini akan menyebabkan semakin sedikit kesempatan kerja di suatu wilayah
atau bahkan negara.
4.
Namun, menurut saya ada langkah lain untuk
meningkatkan semangat kerja karyawan tanpa menaikan gaji UMR nya. Dengan
memberikan kompensasi tepat waktu. Memang gaji bukan lagi satu-satunya motivasi
utama seseorang untuk bekerja. Meski begitu, kompensasi tetap harus dilakukan.
Selain angka-angka ini, penting juga untuk memberikan gaji tepat waktu sehingga
karyawan tidak perlu khawatir tentang bagaimana mereka akan memenuhi kebutuhan
bulan depan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan semangat kerja, perlu untuk memastikan
bahwa gaji karyawan tidak pernah terlambat. Untuk membantu memudahkannya,
perusahaan bisa menggunakan aplikasi penggajian untuk menyederhanakan
penghitungan gaji sehingga pihak perusahaan dapat membayar tepat waktu.
Cara efektif lainnya yaitu dengan
mengadakan acara kantor yang sifatnya non formal atau biasa disebut office
gathering. Karyawan yang bertemu di kantor setiap hari dan selalu merasa ada
jarak antara dirinya dengan atasan. Hal ini seringkali membuat mereka jarang
merasa tenang atau santai saat ada atasan, apalagi menganggap kesan atasan itu
“buruk”. Tekanan semacam ini tentunya akan menghambat semangat dan prestasi
kerja mereka. Untuk mengatasi masalah tersebut, perusahaan dapat membuat agenda
rapat kantor informal secara rutin, misalnya setiap tiga bulan sekali. Tidak
perlu bepergian atau piknik, tapi acara seperti makan di kantor juga bisa
membantu menghilangkan "jarak" antara karyawan dan atasannya. Dengan
cara ini, jika atasan berada di dalam ruangan, karyawan tetap bisa menghormati
atasannya tanpa merasa tidak nyaman dalam bekerja.
Selain itu, bisa dengan memberi masukan
kepada karyawan agar dapat menumbuhi semangat kerjanya. Untuk meningkatkan
moral, penting untuk tidak membuat mereka merasa seperti robot yang diciptakan
untuk melakukan rutinitas yang sama setiap hari. Ini adalah cara yang ampuh
untuk memotivasi dan melatih mereka untuk meningkatkan kinerja melalui pimpinan
atau supervisor departemen, mengemukakan kritik atau pujian, terutama untuk
membuat karyawan merasa bahwa pekerjaan dan keberadaan mereka sangat penting
bagi perusahaan. Ingat, manusia bukanlah manusia, melainkan manusia, sehingga
tata bahasa berkomunikasi dengan karyawan sangat penting bagi pemimpin. Apabila
karyawan melakukan kesalahan mohon beri peringatan dengan bijak dan tegas serta
berikan masukan, dukungan dan motivasi agar karyawan tersebut merasa
diperhatikan dan memiliki kesempatan untuk terus berkembang.
CONTOH KASUS
Bakal
Ada PHK Massal jika UMP 2021 Dipaksa Naik
Liputan6.com,
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah menetapkan tidak
ada kenaikan upah minimum (UMP) 2021. Hal ini termaktub dalam Surat Edaran (SE)
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang
Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.
Penerbitan
SE ini dilakukan dalam rangka memberikan perlindungan dan keberlangsungan
bekerja bagi pekerja atau buruh serta menjaga kelangsungan usaha.
Namun,
keputusan ini tampaknya mendapat penolakan dari buruh yang meminta untuk tetap
ada kenaikan UMP pada 2021. Di saat yang bersamaan, pengusaha juga tengah
kewalahan karena tertekan keuangannya akibat pandemi Covid-19. Bahkan, jika
buruh mendesak kenaikan UMP 2021, maka tak menutup kemungkinan akan terjadi PHK
massal.
“Jika
dalam kondisi seperti ini ada kenaikan UMP, maka pengusaha akan melakukan
rasionalisasi yang lebih ketat, misalnya melakukan PHK yang semakin banyak dan
tahun depan tidak menambah karyawan baru," kata Ketua Umum DPD Himpunan
Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, kepada
Liputan6.com, Selasa (27/10/2020).
Sarman
juga menekankan mengenai kondisi dunia usaha saat ini yang sudah tidak
memungkinkan untuk menaikkan UMP 2021. Bisa bertahan saja, menurut dia, sudah
sangat bagus.
“Kondisi
dunia usaha saat ini yang sudah ngos-ngosan untuk mampu bertahan sangat tidak
memungkinkan menaikkan UMP 2021. Banyak pengusaha sudah sangat terpuruk, cash
flow sudah mengkhawatirkan. Jika UMP dinaikkan akan menambah beban pengusaha
dan akan semakin terpuruk,” kata dia.
SUMBER BACAAN
Ramadhani,
Pipit Ika. (2020 Oktober, 27). Bakal Ada
PHK Massal jika UMP 2021 Dipaksa Naik. Diakses pada 2021 Februari, 26.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4393175/bakal-ada-phk-massal-jika-ump-2021-dipaksa-naik
Komentar
Posting Komentar