Zalfa Amira_170110200020 Perencanaan Sumber Daya Manusia

Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia
Oleh: Zalfa Amira 170110200020

Perencanaan Sumber Daya Manusia dapat diartikan sebagai proses perencanaan menggunakan data dan evaluasi masa lalu sebagai pedoman untuk di masa depan. Perencanaan SDM dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan orang yang tepat, dalam jumlah, dan tempat yang tepat agar dapat menghasilkan kepuasan maksimum untuk organisasi maupun individu dalam jangka panjang saat melakukan pekerjaannnya.

Eric Vetter dalam Jackson & Schuler (1990) dan Schuler & Walker (1990) mendefinisikan perencanaan SDM sebagai proses di mana manajemen menetapkan bagaimana organisasi seharusnya bergerak dari keadaan SDM sekarang ini menuju posisi SDM yang diinginkan di masa depan. Manajemen Sumber Daya Manusia, atau disingkat MSDM adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peran sumber daya yang dimiliki oleh individu secara maksimal sehingga tercapai suatu tujuan.

            Perencanaan kebutuhan sumber daya manusia tentu berbeda di setiap perusahaan maupun organisasi. Proses perencanaannya memiliki karakter tersendiri sesuai kebutuhan dan tujuan suatu perusahaan. Perusahaan swasta dalam melakukan perencanaan dipengaruhi hukum permintaan dan penawaran yang akan berdampak pada harga suatu barang atau jasa. Sektor swasta bersifat tertutup pada akses publik, informasi yang disampaikan relative terbatas pada laporan keuangan dan strategi perusahaan terutama anggaran yang bersifat rahasia.

Sementara itu, sektor publik digerakkan oleh kebutuhan sumber daya. Adanya kebutuhan masyarakat terhadap sumber daya, seperti air bersih, listrik, keamanan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya menjadi alasan utama bagi sektor publik untuk menyediakannya. Proses penyediaan produk barang atau jasa pelayanan public tidak bisa sepenuhnya menggunakan prinsip mekanisme pasar yang menentukan harga berdasarkan penawaran dan permintaan pasar. Organisasi sektor public harus memberikan informasi kepada masyarakat seluas mungkin untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas agar dapat diterima masyarakat secara menyeluruh.

Sektor swasta berorientasi pada keadilan pasar, equity of market yang berarti adanya kesempatan yang sama untuk masuk pasar. Sedangkan orientasi sektor publik adalah menciptakan keadilan kebutuhan, equity of need. Manajemen pelayanan sektor publik berkepentingan untuk menciptakan adanya kesempatan yang sama bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tujuan manajemen pelayanan sektor swasta adalah untuk mencari kepuasan pelanggan selera pasar, sedangkan sektor publik bertujuan untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial.

Dalam memastikan kegiatan manajemen sumber daya manusia berjalan dengan efektif, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan seperti kinerja pegawai atau karyawan. Kinerja karyawan adalah kualitas dan kuantitas dari hasil kerja karyawan yang dilaksanakan sesuai tanggung jawab yang telah diberikan. Produktifitas karyawan atau output barang atau jasa yang dihasilkan dalam proses produksi juga sangat penting dalam proses MSDM. Hal ini hanya dapat berhasil jika tenaga kerja memiliki keterampilan dan keahlian sesuai kebutuhan kerja.

Menurut saya dalam melakukan perencanaan SDM diperlukan pemikiran yang matang dalam pembuatannya. Dengan perencanaan yang baik, proses manajemen akan berjalan dengan sesuai, lingkungan pekerjaan juga akan menjadi lebih efisien dan efektif dalam mencapai tujuan bersama. Adapun beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam perencanaan sumber daya manusia yaitu:

a.       Memetakan Kapasitas SDM yang Dimiliki

Proses pemetaan dilakukan dengan mengenali kapasitas SDM yang saat ini dimiliki oleh perusahaan. Proses ini bertujuan untuk memperoleh kapasitas dan kemampuan hingga potensi yang dimiliki para karyawan. Adapun cara untuk melakukan pemetaan dapat dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang tersusun dengan baik.

b.      Memperkirakan Kebutuhan SDM Perusahaan untuk Beberapa Waktu Kedepan

Setelah mendapatkan data yang diperlukan, langkah selanjutnya adalah menganalisis kondisi perusahaan dalam beberapa waktu yang akan datang. Dalam tahap ini perusahaan harus menentukan apa yang SDM butuhkan di masa yang akan datang, apakah perusahaan membutuhkan SDM lebih? Perlukah pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM saat ini? Dan lain sebagainya.

c.       Perencanaan dan Pengembangan SDM

Tahap ini dimulai dari perekrutan atau pencarian SDM yang berpotensi dan sesuai dengan kualifikasi yang telah ditetapkan. Setelah itu, beberapa karyawan yang dipilih harus melewati proses seleksi atau wawancara yang dilanjutkan dengan pemilihan karyawan yang akan dipekerjakan untuk posisi yang dibutuhkan. Setelah dirasa cocok, tenaga kerja akan diberikan pelatihan, pengembangan kemampuan serta motivasi agar karyawan selalu merasa sejahtera dalam lingkungan kerja.

d.      Evaluasi Perencanaan SDM dan Monitoring

Setelah memiliki tperencanaan SDM yang matang, yang harus dilakukan selanjutnya yaitu melakukan evaluasi dan monitoring pada SDM yang telah ada. Evaluasi biasanya dilakukan berkala yang akan memerikan gambaran bagaimana SDM dalam memenuhi target perusahaan dan melakukan koreksi jika terjadi ketidaksesuaian.

            Dalam uraian yang saya sampaikan, dapat saya simpulkan bahwa perencanaan SDM dilakukan untuk menetapkan bagaimana organisasi seharusnya bergerak dari keadaan SDM sekarang ini menuju posisi SDM yang diinginkan di masa depan. Setiap perusahaan melakukan perencanaan SDM sesuai ciri khas dan tujuannya masing-masing. Untuk memaksimalkan kesuksesan dalam pencapaian tujuan diperlukan kegiatan perencanaan SDM yang efektif dengan data dan analisis yang akurat.

Sumber:

Widajanti Erni, 2007, Perencanaan Sumberdaya yang Efektif: Strategi Mencapai Keunggulan Kompetitif

Samsuni, 2017, Manajemen Sumber Daya Manusia

https://www.talenta.co/blog/insight-talenta/4-langkah-penting-penyusunan-perencanaan-sdm-perusahaan/

https://text-id.123dok.com/document/nzwkjepvz-perbedaan-manajemen-sdm-di-pemerintahan-dan-swasta.html

 

Komentar

Postingan Populer