PERLUKAH REVISI BESARAN NOMINAL UMR?

 

Nama          : Widia Yuliawati

NPM           : 170110200013

Matkul        : Manajemen Sumber Daya Manusia

Perlukah Revisi Besaran Nominal UMR?

Upah merupakan faktor utama yang dapat mendorong semangat kerja sehingga diharapkan produktifitas perusahaan akan semakin meningkat. Upah merupakan balas jasa atau penghargaan atas prestasi kerja dan harus dapat memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarga secara layak sehingga dapat memusatkan tugas yang dipercayakan kepadanya. Dengan dipenuhinya hak pekerja dalam pemberian upah yang selayaknya, dimungkinkan tidak akan terjadi masalah mengenai tuntutan upah oleh para pekerja.

UMR (Upah Minimum Regional) merupakan sebuah standart minimum yang digunakan oleh para pengusaha dan perusahaan untuk menetapkan besarnya upah untuk diberikan pekerjanya termasuk buruh, karyawan, dan pegawai perusahaan. Secara umum kebijakan kenaikan upah minimum adalah untuk menjamin penghasilan pekerja sehingga tidak lebih rendah dari suatu tingkat tertentu, meningkatkan produktivitas pekerja dan mengembangkan maupun meningkatkan perusahaan dengan cara-cara produksi yang lebih efisien.

Dengan adanya ungkapan bahwa perlukah besaran nominal UMR dinaikan atau disebut revisi agar meningkatkan semangat dalam bekerja dan meningkatkan kesejahteraan pegawai , maka saya berasumsi bahwa kenaikan UMR harus dipertimbangkan dalam berbagai hal dan berbagai aspek, kita juga harus melihat keadaan sekitar yang akan dinaikkan UMR nya , tidak sepenuhnya seluruh UMR harus dinaikkan , jika saja dalam suatu kota tersebut dikatakan kota kecil dan tidak banyak lapangan perkerjaan atau SDM yang buruk maka tidak diharuskan menaikkan UMR, namun jika pada suatu kota tersebut terdapat banyak pabrik yang produktif dan juga SDM yang bagus lingkungan yang mendukung untuk adanya kenaikkan UMR demi kesejahteraan pekerja maka itu harus dilakukan.

Dalam suatu kasus meskipun UMR naik tetapi SDM yang buruk atau memang sifat oang tersebut tidak dapat bertanggung jawab dalam pekerjaannya atau tidak ada semangat dalam dirinya untuk bekerja ,maka kenaikkan UMR tersebut sangat sia-sia. Dan apabila UMR ditekankan harus naik di setiap kota atau daerah maka dunia perindustrian ini akan kacau, mengapa demikian? Dikarenakan belum tentu usaha tersebut dalam suatu kota berjalan dengan baik. Kita harus melihat dari sudut pandang yang berbeda pantas atau tidak nya UMR tersebut dinaikkan. Jika dalam suatu kota tersebut terdapat banyak pabrik ataupun perusahaan maka untuk meningkatkan dunia pekerjaan yang sangat efisien maka kenaikkan UMR diperlukan, tetapi berlaku sebaliknya bagi suatu kota yang terpencil.

Daftar Pustaka

Devanto dan Putu, Kebijakan upah minimum untuk perekonomian yang

berkeadilan: Tinjauan UUD 1945. Jurnal of Indonesian aplicated economic, vol 5 No. 2 Oktober 2011.  269-285.


Komentar

Postingan Populer