Perlukah Melakukan Revisi Besaran Nominal UMR?

 Oleh : Theresa Shinta Ajie - 170110200005


Perlukah Melakukan Revisi Besaran Nominal UMR?

 

            Upah Minimum Regional merupakan suatu standar upah minum yang digunakan oleh para pengusaha atau pelaku industri dalam memberikan upah kepada pegawai dalam lingkungan kerja. Upah Minimum Regional atau yang biasa disingkat menjadi UMR ini diatur melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.05/Men/1989 tanggal 29 Mei 1989 tentang Upah Minimum. Akan tetapi peraturan Menteri Tenaga Kerja tentang Upah Minimum itu saat ini sudah dihapuskan.

            Upah Minimum Regional saat ini ditetapkan berdasarkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dimana hal ini dipengaruhi oleh kebutuhan, Indeks Harga Konsumen (IHK).  Selain itu UMR ini ada dua bagian, yaitu UMR tingkat Kota atau Kabupaten, dan Upah Minimum Provinsi (UMP). Hal ini diatur berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 1 Tahun 1999. Karena gaji UMR ini merupakan gaji standar yang berlaku, maka gaji UMR ini terdiri atas beberapa komponen yang salah satunya adalah gaji pokok.

            Selanjutnya adalah komponen gaji UMR, upah pokok merupakan imbalan dasar yang diberikan kepada pegawai menurut kesepakatan dan kebijakan, sedangkan tunjangan tetap merupakan benefit tambahan yang diberikan sesuai dengan kebijakan perusahaan itu sendiri tergantung dengan kesepakatan atau situasi kerja tertentu. Dan bisa kita lihat bahwa gaji UMR ini merupakan gaji pokok yang diterima dan tunjangan tetap, dengan gaji pokok minimal 75% dari jumlah upah minimum.

           Untuk pertanyaan perlu atau tidakkah ada revisi besaran nominal gaji UMR untuk meningkatkan semangat kerja, kesejahteraan hidup pegawai, dan keluarga. Jawabannya adalah tentu saja perlu terlebih jika pegawai tersebut sudah mempunyai keluarga, karena seperti yang kita tahu bahwa seseorang mau bekeja itu karena ingin memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan secara materi maupun kebutuhan diluar materi. Untuk meningkatkan semangat kerja karyawan dan kesejahteraan hidup pegawai memang perlu pemberian motivasi, pemberian motivasi disini memang banyak ragamnya salah satunya adalah melakukan revisi besaran nominal gaji pengawai tersebut secara layak dan adil.

          Gaji merupakan salah satu bentuk imbalan yang diterima oleh pegawai, seperti yang kita tahu gaji juga merupakan salah satu faktor yang penting dan memang harus diperhatikan oleh perusahaan, sebab bagaimanapun seorang pegawai juga pasti mengharapkan imbalan atas apa yang telah ia korbankan, bentuk pengorbanannya itu dapat berupa kerja, jasa, kinerja, biaya, jerih payah dan waktu. Selain itu bagi pegawai gaji juga merupakan sesuatu yang dapat mempengaruhi tingkat hidup dari seorang pegawai tersebut.

         Motivasi kerja, gaya kepemimpinan, dan komunikasi yang baik adalah salah satu faktor yang dapat meningkatkan kinerja dari seorang pegawai, meningkatkan kinerja dari seorang pegawai juga merupakan salah satu tantangan yang serius karena keberhasilan dan perkembangan suatu perusahaan itu tergantung kepada kualitas kinerja sumber daya manusianya itu sendiri. Dalam hal ini diperlukan motivasi kerja kepada pegawai untuk meningkatkan kualitas kinerja dari pengawai tersebut.

          Selain memberikan motivasi kerja kepada pegawai, pimpinan atau perusahaan sendiri seharusnya mengetahui hal apa yang dibutuhkan oleh para pegawainya, dengan menaikan gaji pegawai juga akan membuat pegawai merasa dirinya itu dihargai, jika kebutuhan pegawai sudah terpenuhi diharapkan para pegawai dapat bekerja lebih baik lagi dan merasa senang dengan pekerjaan yang sedang diembannya. Setelah membuat para pegawai senang, maka yang akan didapatkan adalah suasana kerja yang kondusif dan para pegawai akan memberikan kemampuan terbaiknya dalam menjalankan tugas. Namun hal tersebut kembali lagi kepada peraturan dan kebijakan dari perusahaan itu sendiri, karena berbeda perusahaan maka berbeda juga aturan dan kebijakannya.

Komentar

Postingan Populer