Perencanaan Sumber Daya Manusia

 

Nama   : Zein Maulidan Aditya Wijaya

Kelas   : B

NPM   : 170110200002

Perencanaan Sumber Daya Manusia

        Perencanaan sumber daya manusia menurut Sondang P. Siagian menyatakan perencanaan SDM berkaitan dengan penentuan kebutuhan akan tenaga kerja dimasa depan, baik dalam arti jumlah dan kualifikasinya untuk mengisi berbagai jabatan dan menyelenggarakan berbagai aktivitas baru kelak. Perencanaan SDM disini merupakan prasyarat bagi pelaksana kerja yang harus dilakukan. Bernardin dan Russel berpendapat bahwa ada dua aspek penting dalam pengisian jabatan suatu organisasi, yaitu perencanaan SDM dan rekrutmen.

          Perencaan SDM penting karena untuk memastikan kesesuaian antara tenaga kerja dan pekerjaan, baik dari segi jumlah maupun kualitas yang dibutuhkan, mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja dengan berbagai kualifikasi di kemudian hari, bekerja secara proaktif dalam menemukan kandidat yang sesuai, meraih visi dan misi perusahaan secara lebih optimal, dan dapat memberikan hasil yang optimal pada perusahaan.

          Pada umumnya organisasi atau perusahaan tidak menyukai tidak ketidakpastian yang tinggi, oleh karenanya cara untuk mengurangi ketidakpastian yang tinggi adalah dengan perencanaan. Ada beberapa pilihan strategis yang dapat dipertimbangkan perusahaan atau organisasi dalam perencanaan SDM. Perencanaan strategis merupakan proses dimana manajemen puncak organisasi/perusahaan menentukan keseluruhan sasaran dan tujuan organisasional serta bagaimana mencapai sasaran dan tujuan organisasional tersebut. Perencanaan SDM dapat dilakukan dalam melalui beberapa tahap, diantaranya:

1.      Menentukan misi organisasi

Misi menjadi penting karena misi merupakan tujuan atau alasan keberadaan organisasi atau perusahaan. Misi ini menentukan tujuan organisasi/perusahaan sehingga pimpinan puncak dari organisasi/perusahaan berharap aktivitas-aktivitas SDM berjalan erat dengan misi tersebut dan memberikan nilai tambah ke arah pencapaian sasaran organisasi.

2.      Memperkirakan jumlah kebutuhan SDM

Setelah mengetahui misi atau tujuan organisasi barulah pimpinan puncak organisasi/perusahaan menentukan jumlah tenaga kerja/SDM yang dibutuhkan organisasi/perusahaannya. Perkiraan kebutuhan dilakukan untuk mengetahui SDM seperti apa yang diperlukan perusahaan (penambahan jumlah ataukah peningkatan kualitas) sedangkan perkiraan ketersediaan dilakukan untuk mengetahui SDM yang sedang membutuhkan pekerjaan dan siap direkrut. Tentu kemudian perkiraan SDM yang sedang dibutuhkan ini juga mempertimbangkan keadaan SDM yang kini dimiliki perusahaan. Biasanya perkiraan seperti ini dilakukan oleh para ahli dengan menggunakan beberapa teknik perhitungan, seperti peramalan basis nol (Zero-Base Forecasting) dan pendekatan bawah-atas (Bottom Up Approach).

3.      Perkiraan ketersediaan SDM

Tahap ini membantu untuk mengetahui apakah karyawan yang dibutuhkan dapat ditemukan di dalam perusahaan, diluar perusahaan, atau bahkan kombinasi dari keduanya. Perkembangan teknologi telah menciptakan cara mengelola dan menganalisis data informasi lebih mudah.

4.      Memilih dan melatih

Pada tahap ini, pihak organisasi/karyawan memutuskan calon untuk posisi yang dibutuhkan serta memberikan penawaran kerja lebih detail sehingga dapat terbangun kesepahaman antara perusahaan dengan calon pekerja. Setelah mendapat tenaga kerja yang cocok kemudian harus diberikan pelatihan kemampuan agar tenaga kerja yang baru bisa menyesuaikan diri dengan iklim dan tempo kerja perusahaan. Selain itu, pelatihan juga dapat membuat karyawan bekerja dengan lebih efektif.

5.      Evaluasi mengenai perencanaan SDM dan monitoring

Tahap selanjutnya adalah evaluasi dan monitoring pada SDM yang dimiliki. Proses akhir ini akan memberikan gambaran jelas bagaimana SDM bekerja dan memenuhi target perusahaan. Jika kemudian ditemui ketidaksesuaian, bisa dilakukan koreksi atau peruhanan.

        Menurut saya, dengan mengikuti dan memenuhi kelima poin diatas, maka akan menghasilkan sumber daya manusia yang unggul. Dengan sumber daya manusia yang unggul maka sumber daya tersebut akan dapat bekerja dengan efektif dan efisien, sehingga tujuan organisasi/perusahaan akan lebih cepat tercapai, yang mengakibatka organisasi/perusahaan tersebut akan mengalami keuntungan.

Komentar

Postingan Populer