Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia yang Baik agar Dapat Memajukan Organisasi
Oleh : Tasya Salsabilah (170110200010)
Persaingan antar
organisasi di era globalisasi saat ini kini tidak hanya melibatkan persaingan
bukti fisik ataupun modal melainkan persaingan atas personel atau sumber daya
manusia yang dimiliki organisasi-organisasi tersebut. SDM sebagai salah stau
komponen utama, penting untuk dikelola dalam rangka optimalisasi pencapaian
tujuan kesuksesan suatu organisasi. Perencanaan sumber daya manusia (human
resource planning) merupakan alat ampuh untuk mengelola sumber daya manusia
agar mereka dapat bertahan dan loyal terhadap perusahaan atau organisasi
tersebut.
Perencanaan SDM merupakan kegiatan terdahulu dari semua
kegiatan yang ada di dalam proses Manajemen Sumber Daya Manusia. Perencanaan
SDM juga berhubungan dengan suatu cara untuk mencoba menetapkan
keperluan-keperluan tenaga kerja, baik secara kuantitas maupun secara kualitas,
untuk suatu periode waktu yang pasti dan memerlukan bagaimana
keperluan-keperluan ini dapat dipenuhi.
Karena
adanya keterbatasan pemilihan dalam merekrut karyawan, sering kali tidak semua
kandidat tertarik pada posisi yang ditawarkan. Akibatnya perusahaan harus
memilih yang terbaik dari berbagai kandidat yang ada. Hal ini memicu terjadinya
permasalahan kompetensi SDM yang belum tentu sepenuhnya sesuai dengan kriteria
organisasi atau perusahaan. Untuk mencegah terjadinya permasalahan-permasalahan
tersebut, ada beberapa tahapan yang
dapat dilaksanakan suatu organisasi dalam proses perencanaam SDM yang baik,
yaitu :
1. Langkah
utama yang dapat dilakukan untuk memulai perencanaan SDM yang baik adalah
dengan menilai ketersediaan dari sumber daya manusia di perusahaan tersebut.
Nilai-nilai yang dimaksud adalah studi komprehensif dari berbagai aspek SDM,
diantaranya skill, jumlah, kualifikasi, kompetensi, pengalaman, usia, kinerja,
jabatan, kompensasi, dan lain sebagainya.
2. Langkah
kedua dalam perencanaan SDM adalah dengan menganalisa kebutuhan tenaga kerja di
masa yang akan datang. Dengan demikian berbagai variable HR (human resource)
seperti kejadian yang tidak terduga kedepannya dapat dimasukkan dalam
pertimbangan yang kemudian di analisa oleh HR.
3. Setelah
itu, HR dapat mecocokan tenaga kerja yang ada dengan perkiraan kebutuhan tenaga
kerja yang di kemudian hari yang sudah dipertimbangkan tadi, dalam hal ini HR
dapat membuat perkiraan permintaan (demand forecast). Dalam langkah ini,
penting untuk mengetahui strategi bisnis jangka Panjang, agar pekiraan
permintaan SDM bisa dipastikan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.
4. Lalu
langkah terakhir, setelah mengetahui kekurang yang dibutuhkan dari hasil
evaluasi petimbangan diatas, HR bisa mengembangkan strategi bersarkan
permintaan SDM yang telah di analisa sebelumnya. Startegi yang dibuat oleh HR
harus bisa memberikan solusi bagi kekurangan SDM di lingkungan organisasi
tersebut. HR bisa melakukan rekrutmen, relokasi, pelatihan, outsourcing,
hingga membuat perubahan kebijakan bagi sumber daya manusia yang ada dalam
organisasi tersebut.
Dari pemaparan diatas, dapat dilihat bahwa perencanaan
SDM sangatlah penting untuk memajukan suatu organisasi. Melalui perencanaan SDM
yang baik organisasi atau perusahaan dapat memastikan kesesuaian antara tenaga
kerja dan pekerjaan, baik dari segi jumlah maupun kualitas yang dibutuhkan. Dengan
memperhatikan unsur-unsur sumber daya manusia yang dapat berkembang dengan baik
dan maksimal dalam organisasi, maka tujuan dan kesuksesan dari organisasi juga
akan lebih cepat tercapai.
Komentar
Posting Komentar