PERENCAAN KEBUTUHAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BAIK BAGI ORGANISASI
Mochamad Nur Ihsan Diqri - 170110200001
Sumber Daya Manusia
Menurut Para Ahli
A.
William
R Tracey
Dalam “The Human Resources
Glosarium,” dari the Balance Careers menyebutkan, William R Tracey mendefinisikan
Sumber Daya Manusia sebagai: Orang-orang yang menjadi staf dan mengoperasikan
sebuah organisasi atau perusahaan.
B.
Moses
N Kiggundu
Menurut Moses N Kiggundu,
sumber daya manusia (SDM) merupakan pengembangan dan pemanfaatan pegawai dalam
rangka tercapainya tujuan dan sasaran individu, organisasi, masyarakat, bangsa dan
internasional yang efektif.
Menurut saya sumber daya
manusia adalah suatu komponen penting dalam perencanaan di suatu organisasi atau
perusahaan. Dan menjadi kunci untuk kemajuan suatu industri.
Organisasi dan Organisasi
Privat
1. A. Organisasi
Publik
Pengertian
Istilah dari Publik berasal
dari bahasa Latin “of people” (yang berkenaan dengan masyarakat). Sasaran
organisasi public ditujukan kepada masyarakat umum. Organisasi public adalah tipe
organisasi yang bertujuan menghasilkan pelayanan kepada masyarakat, tanpa
membedakan status dan kedudukannya.
2. B. Organisasi
Privat
Pengertian
Istilah Privat berasal dari bahasa
Latin “set apart” (yang terpisah). Sasaran organisasi privat ditujukan pada
hal-hal yang ‘terpisah’ dari masyarakat umum. Organisasi privat atau bisnis
adalah organisasi yang ditujukan untuk menyediakan barang dan jasa kepada
konsumen, yang dibedakan dari kemampuannya membayar barang dan jasa tersebut
sesuai dengan hukum pasar.
Jadi kesimpulannya menurut
saya organisasi publik ataupun organisasi privat sama-sama saja yaitu
membutuhkan SDM karena jika tidak ada SDM di dalam organisasi maka tidak akan
berjalan organisasi tersebut. Maka dengan adanya SDM di Organisasi publik atau
privat maka akan berjalan dengan baik organisasi tersebut dan SDM adalah hal
yang terpenting di dalam organisasi.
Cara Menghasilkan
SDM yang baik bagi Perusahaan
1. 1. Memberikan
lingkungan kerja yang baik
Dengan menyediakan
lingkungan kerja yang baik bagi karyawan maka dalam bekerja akan lebih nyaman, meningkatkan
kinerja, dan produktivitas meningkat. Yang dimaksud lingkungan kerja yang baik
seperti kebersihan kantor, kebisingan suara, sirkulasi udara atau menyediakan AC,
menyediakan peralatan kerja yang baik, menyediakan kantin khusus karyawan dan
juga adanya keamanan dan keselamatan dalam bekerja.
2. 2. Perusahaan
diharuskan transparan kepada karyawannya
Jika komunikasi perusahaan
dan karyawannya tidak transparan maka karyawan tidak akan nyaman untuk bekerja.
Karyawan harus mengetahui kondisi kemajuan perusahaan ataupun hal-hal yang
direncenakan oleh perusahaan. Selain itu karyawan juga harus tahu kinerja dalam
diri mereka masing-masing, apakah bagus, kurang atau sudah mencapai target.
Maka dari itu perusahaan harus mengevaluasi para karyawannya. Jika karyawan
tidak mengetahui performa kinerjanya akan cenderung memiliki sifat percaya diri
yang rendah, dan juga karyawanpun harus transparan dengan perusahaan agar perusahaan
tahu mana yang harus diperbaiki.
3. 3. Memberikan
Penghargaan atau Apresiasi untuk Karyawan
Dengan memberikan suatu penghargaan
bagi karyawan akan membuat karyawan tersebut semangat dalam bekerja dan
karyawan lain akan terpacu untuk menjadi lebih baik juga. Penghargaan tersebut
seperti memberikan bonusi gaji kepada karyawannya yang bekerja dengan baik dan
mencapai target.
4. 4. Tentukan
Kualifikasi
Banyak Perusahan yang menentukan
besarnya IPK padahal belum tentu kinerja orang tersebut bagus dan cocok untuk
perusahaan yang ia lamar. Maka dari itu perusahaan baiknya untuk melakukan kualifikasi
seperti mencari tahu apakah pekerja tersebut cocok untuk skill di perusahaannya
atau apakah pekerja tersebut mengetahui dan mempunyai ilmu terkait dengan apa
yang ia ingin kerjakan.
Referensi
Dwiyana, P. (2020). Pengertian Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli.
Sunarsi, D. (2018). Buku
Ajar: Seminar Perencanaan Sumber Daya Manusia.
Ishak, D., Maolani, D. Y., & Engkus, E. (2017).
Konsep Kinerja Dalam Studi Organisasi Publik. JISPO Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu
Politik, 7(2), 101-120.
Komentar
Posting Komentar