OPINI PRIBADI MENGENAI PERLUKAH ADA REVISI BESARAN NOMINAL UMR UNTUK MENINGKATKAN SEMANGAT KERJA DAN KESEJAHTERAAN HIDUP PEGAWAI DAN KELUARGANYA
Ditulis Oleh Ahmad Fathurrahman Rosyadi (170110200035 - Kelas A)
UMR adalah upah minimum yang diputuskan pemerintah sebagai standar
gaji atau upah terendah bagi para pegawai-pegawai di suatu perusahaan. UMR ini bertujuan
agar para pekerja dapat memenuhi kebutuhan hidup yang layak. Penetapan upah ini
pun sudah mempertimbangkan beberapa hal, seperti kebutuhan pekerja, kemampuan
dan perkembangan perusahaan, upah umum yang berlaku di daerahnya, serta kondisi
pasar kerja. Setiap daerah memiliki standar upah yang berbeda, misalnya upah
minimum di kota besar akan lebih besar dari upah kota yang lebih kecil. Ini
dikarenakan harga kebutuhan sehari-hari yang berbeda di setiap daerah
Indonesia. Menurut saya, UMR ini mempunyai dampak tidak langsung kepada rasa
kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan masyarakat atau kesejahteraan hidup adalah
saat dimana seseorang merasa cukup akan apa yang telah dimiliki. Rasa sejahtera
ini pun dapat menaikkan rasa semangat kerja seseorang. Semangat kerja adalah rasa
antusiasme dan keinginan seorang pegawai dalam melakukan kewajiban
pekerjaannya.
Lalu, apakah revisi besaran nominal UMR dapat meningkatkan semangat kerja dan kesejahteraan hidup pegawai dan keluarganya? Menurut saya, tentu iya. Rasa sejahtera akan dimiliki seseorang saat tidak munculnya rasa khawatir akan kekurangan uang. Walaupun seseorang sudah ada rumah, baju, dan barang-barang yang dapat menunjang kegiatan sehari-hari, tetap saja jika ada kekhawatiran finansial, tidak dapat dipungkiri bahwa cukup susah rasanya untuk merasa sejahtera. Menurut saya, selama ini masih banyak masyarakat yang kerja karena keterpaksaan akan kebutuhan uang. Tidak adanya gairah bekerja akan mempersulit perkembangan diri juga. Semangat kerja ini dapat di gebrak jika ada “hadiah” yang dinantikan oleh para pekerja. Selama ini, para pekerja seolah dituntut banyak oleh para pimpinan, tetapi mereka bekerja hanya untuk upah yang paling minimum. Saya sadar akan susahnya menaikkan UMR, ditambah lagi ekonomi yang kian memburuk karena pandemi. Semua elemen masyarakat juga sekarang sudah putus ada dan dalam kondisi seperti ini, puas rasanya asal mendapat pekerjaan dan dapat upah untuk makan. Namun, mau sampai kapan seperti ini? Saya berharap kedepannya akan ada usaha untuk menaikkan UMR, agar para pekerja Indonesia dapat merasakan kesejahteraan, tidak akan ada lagi kekhawatiran finansial, dan muncul rasa semangat serta giat untuk melakukan pekerjaan dan membantu perusahaannya mencapai potensi serta tujuan yang ingin diraih.
Komentar
Posting Komentar