Cara Merencanakan Kebutuhan SDM yang baik untuk Memajukan Organisasi
Penulis : Sri Rezeky Indiani Husnita (170110200024)
Menurut Stephen P.
Robbins, organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar,
dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasikan, yang bekerja atas
dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai tujuan bersama. Kesatuan sosial
di sini memiliki arti bahwa organisasi terdiri dari orang atau kelompok orang
yang berinteraksi satu sama lain. Orang atau dalam hal ini Sumber Daya Manusia
(SDM) merupakan faktor utama dalam suatu organisasi. Di antara banyak unsur
organisasi, manusia lah satu-satunya unsur yang bisa menggerakkan unsur
lainnya. SDM perlu dikelola dan dialokasikan demi mencapai tujuan organisasi.
Maka dari itu, sangat penting bagi suatu perusahaan atau organisasi untuk
melaksanakan perencanaan SDM. Namun, sebelum membuat perencanaan dan
pengelolaan, tentu organisasi atau perusahaan harus bisa melaksanakan perekrutan
yang baik.
Penyeleksian calon anggota organisasi harus dilaksanakan
dengan cermat. Tahap-tahap penyeleksian juga harus dibuat seefektif mungkin,
dari tahap seleksi administrasi hingga wawancara. Seleksi melalui wawancara
juga harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh agar bisa menyaring anggota yang
kompeten yang pada akhirnya akan dipetakan ke dalam bagian-bagian sesuai dengan
keahliannya masing-masing. Estimasi anggota baru juga harus jelas, maka dari
itu pihak pengelola organisasi harus cermat dalam menilai berapa banyak tenaga
yang dibutuhkan di tiap bagian agar pelaksanaan aktivitas organisasi dapat
berjalan secara efektif dan efisien.
Setelah menyaring anggota
organisasi, selanjutnya pihak pengelola organisasi harus mampu mengelola dan
mengembangkan kinerja, semangat, dan kompetensi sumber daya manusia di dalam
organisasi tersebut. Dalam mengelola SDM ini, pengelola harus bisa membuat
perencanaan yang matang. Saya berpendapat bahwa perencanaan dan pengelolaan SDM
dapat dilakukan dalam beberapa langkah.
Langkah pertama yang bisa
dilakukan adalah membuat gambaran atau memetakan SDM yang tersedia berdasarkan
kemampuan individunya masing-masing. Jangan sampai terjadi seorang pegawai atau
anggota organisasi ditempatkan di bagian yang bukan merupakan minat maupun
keahliannya. Dengan penempatan pegawai yang tepat, maka ke depannya fungsi dan
tugas dari tiap bagian dapat berjalan lancar.
Langkah kedua adalah
mendata atau memprediksi kebutuhan SDM organisasi. Beberapa hal yang perlu
diperhatikan menurut saya adalah kondisi organisasi saat itu dan kompetensi SDM
nya. Pihak Human Resource (HR) harus
peka terhadap kondisi organisasi maupun SDM nya. Ketika dirasa organisasi
membutuhkan pegawai tambahan, maka HR harus cekatan membuka rekrutmen. Ketika
dirasa semangat pegawai menurun, maka pihak HR harus bisa memberikan semangat,
bisa dengan motivasi dan apresiasi (penghargaan, insentif tambahan, ataupun family gathering bersama para pegawai). Ketika
kompetensi para pegawai dirasa menurun, maka bisa diadakan workshop atau
pelatihan-pelatihan yang bisa meningkatkan kompetensi para pegawai.
Langkah ketiga adalah mengevaluasi
dan mengawasi pekerjaan para pegawai atau anggota organisasi. Perlu diingat
juga bahwa suatu organisasi harus memiliki standarisasi kompetensi sehingga
pelaksanaan evaluasi bisa memiliki patokan yang jelas. Ketika pekerjaan yang
berlangsung dalam jangka waktu tertentu ditemukan tidak sesuai dengan
standarisasi maupun target organisasi, maka bisa dilakukan rapat untuk bisa
mengkoreksi pekerjaan-pekerjaan yang kurang memuaskan tersebut. Organisasi juga
harus mengadakan rapat rutin untuk mengevaluasi pekerjaan para anggota,
sehingga kesalahan-kesalahan yang telah terjadi tidak menumpuk dan membawa
dampak yang fatal bagi keberlangsungan organisasi.
Selain ketiga langkah
yang telah saya paparkan di atas, pihak perusahaan atau organisasi harus bisa
membangun iklim kekeluargaan, kedekatan, dan profesionalitas di dalam intenal
organisasi. Ketika para anggota merasa nyaman dalam bekerja di organisasi tersebut,
maka pekerjaan yang dihasilkan bisa memuaskan. Jangan sampai tercipta hubungan
yang renggang antara para pegawai dan unsur lain dalam organisasi. Tidak juga
melupakan profesionalitas semua pekerja. Hasil pekerjaan para pegawai dan apa
yang diberikan oleh perusahaan harus seimbang. Pihak perusahaan harus peka
terhadap apa yang dibutuhkan oleh para pegawainya.
Sebagai konklusi,
berdasarkan apa yang telah saya paparkan di atas, pihak pengelola organisasi
harus bisa merencanakan, mengembangkan, dan mengevaluasi para anggotanya dengan
baik demi tercapainya tujuan organisasi. Jangan sampai pihak pengelola
mengabaikan unsur SDM di dalam organisasi dan hanya mementingkan profit karena
hal ini bisa berdampak besar terhadap eksistensi dari organisasi itu sendiri.
Ketika unsur SDM dalam organisasi bisa dikembangkan secara maksimal, maka
target serta tujuan organisasi bisa tercapai.
Komentar
Posting Komentar